disuntik pada bulan ramadhan

Disuntik pada bulan Ramadhan, membatalkan Puasa?

Posted on

Hukum Disuntik pada Bulan Ramadhan

Bismillahir-rahmanir-rahim. Di antara yang membatalkan puasa adalah makan dan minum. Dari pengertian “makan dan minum” itu diabstraksikan “memasukkan sesuatu, baik berupa makanan dan minuman ataupun yang lain seperti obat atau asap ke dalam tubuh melalui saluran (rongga) alami seperti mulut atau hidung dengan sengaja”.

Dengan demikian, maka memasukkan cairan ke dalam tubuh dengan jarum suntik pada dasarnya tidak membatalkan puasa karena suntik tidak memasukkan sesuatu ke dalam tubuh melalui saluran (rongga) alamiah.

disuntik pada bulan ramadhan

2 Macam Suntikan Untuk Tubuh

Tetapi, dalam hal ini para ulama membedakan dua macam suntikan, yaitu suntikan untuk tujuan nonnutrisi dan suntikan untuk tujuan nutrisi. Suntikan untuk tujuan nonnutrisi adalah suntikan yang bertujuan memasukkan obat ke dalam tubuh, misalnya untuk menurunkan panas badan, menghilangkan mual dan semacamnya. Sedangkan, suntikan nutrisi adalah suntikan yang bertujuan memasukkan zat makanan ke dalam tubuh.

Mengenai suntikan nonnutrisi disepakati tidak membatalkan puasa karena suntikan ini tidak memasukkan makanan ke dalam tubuh. Tetapi, mengenai suntikan nutrisi terdapat perbedaan pendapat para ulama. Ada pendapat yang menyatakan bahwa suntikan nutrisi di siang hari puasa membatalkan puasa karena suntikan itu memasukkan zat makanan ke dalam tubuh walaupun tidak secara normal. Ada pula pendapat yang menganggapnya tidak membatalkan puasa. Termasuk ke dalam pengertian suntikan adalah suntikan infus intravena untuk memasukkan cairan obat atau zat makanan ke dalam tubuh pasien melalui penyuntikan ke dalam pembuluh darah. Infus intravena diberikan kepada pasien yang memerlukan asupan obat atau makanan segera dengan laju konstan dan terus-menerus.

Keuntungannya dibandingkan dengan pemberian obat atau makanan secara oral adalah sifatnya yang langsung dan cepat. Pemberian obat atau makanan secara oral akan diproses melalui sistem pencernaan terlebih dahulu sehingga tidak dengan cepat terserap oleh tubuh. Selain itu, ada kemungkinan obat atau makanan itu diubah atau dipecah oleh enzim pencernaan sehingga tidak masuk secara maksimal ke dalam tubuh.

Tetapi perlu diketahui bahwa pemberian nutrisi secara intravena (melalui infus) tidak menyebabkan kenyang atau hilang dahaga. Meskipun pasien bersangkutan mendapatkan asupan makanan yang cukup. Hal itu karena lapar dan dahaga adalah interpretasi otak terhadap sinyal yang diberikan oleh mulut melalui rasa dan bau serta terisinya perut. Hal ini tidak ada dalam kasus pemberian nutrisi secara intravena.

Menurut Para Ulama

Atas dasar itu, beberapa fukaha (ahli fikih) menyatakan suntikan nutrisi termasuk infus intravena tidak membatalkan puasa. Karena infus intravena tidak mengenyangkan atau tidak menghilangkan dahaga meskipun dapat memulihkan kondisi badan dan menambah kesegaran. Puasa bukanlah pengurangan terhadap kekuatan dan kesegaran badan. Melainkan pengendalian terhadap keinginan dan pemuasan rasa. Hal ini serupa dengan mandi di siang hari puasa. Mandi dapat menambah kesegaran, namun tidak membatalkan puasa.

Di antara fukaha yang menganggap suntikan nutrisi tidak membatalkan puasa adalah Syekh Muhammad Bakhit al-Muti’i dan Yusuf al-Qaradawi.

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *